Minggu, 13 Januari 2019

Go Internasional, MuyenBrand Ikuti Hongkong Fashion Week 2019


JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID - Setelah sukses di Jakarta Fashion Week 2018 lalu, kali ini MuyenBrand mengikuti event bertaraf intenasional kembali yaitu Hongkong Fashion Week 2019, yang diselenggarakan 14 - 17 Januari 2019 di Hongkong Convention and Exibition Center, Hall 1C. 

Tema yang diunsung adalah Opulance yang merepresentasikan arti dari kata itu sendiri yakni kemewahan dan akan menampilkan 24 koleksi spring summer pada acara ini. MuyenBrand adalah merek fashion di kancah internasional yang mengutamakan keanggunan, detail mewah dari renda, manik-manik, hiasan kristal. 

Semua detail dijahit dengan baik dalam kain mewah seperti organza, sutra, renda, dan lain-lain. MuyenBrand kali ini juga menampilkan koleksi lainnya pada Booth 1EC06 pada acara HKFW 2019. 


Sejarah MuyenBrand berawal dari kreativitas desainer Flamuyen Miranda yang memang sudah menggeluti dunia fashion dari usia muda. Menurut Managemen MuyenBran, Dayat Rahmat, sejak tahun 2012 Flamuyen Miranda telah membuka butik di daerah Sampit, Jakarta Selatan. 

Investor Harus Gandeng Partner Lokal, Pemerintah Dorong Pengembangan Kawasan Bisnis Morowali

Menko Luhut Pandjaitan saat bertemu dengan investor di Morowali, Sulawesi Tengah
MOROWALI, KABARSULTENG.CO.ID- Menko Maritim Luhut Pandjaitan saat berkunjung ke kawasan IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) mengadakan pertemuan makan malam dengan investor/calon investor dari Cina yang berpartisipasi dalam mengembangkan kawasan industri ini,Kamis (10-1-2019).  Menko Luhut mengatakan bahwa pemerintah sangat mendorong upaya pengembangan kawasan industri ini tetapi ada syarat yang tidak boleh diabaikan.

"Pemerintah akan membantu agar ini bisa dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus tetapi syaratnya, Anda harus menggandeng partner lokal. Hal ini tidak boleh ditawar. Tentunya kerjasama itu harus menguntungkan kedua belah pihak," tegasnya.

Selasa, 09 Oktober 2018

RST Ksatria Airlangga Sudah Tangani 912 Pasien


Misi Kemanusiaan dari Alor ke Palu 


Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga melakukan misi kemanusiaan hingga pulau terpencil (dok/RST Airlangga)
PALU, KABARINDONESIA.CO.ID-Semenjak Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) mengawali misi sosial pelayanan kesehatan dokter spesialis dari Pulau Nusa Penida, Pulau Alor hingga saat ini ke lokasi bencana Donggala sudah menangani 912 pasien orang pasien. Dari jumlah tersebut 188 orang pasien dilakukan tindakan operasi.
Jenis tindakan operasi yang dilakukan meliputi operasi katarak, hernia, teroid, amandel, persalinan cesar, bibir sumbing, tumor jinak, sampai bedah tulang.
“Tetapi dari sekian banyak operasi yang mendominasi adalah katarak.  Mungkin karena mereka tinggal kawasan pantai sehingga sering terpapar sinar ultraviolet yang bisa berdampak munculnya katarak,” kata dr. Agus Harianto, SpB, direktur RSTKA.

Sabtu, 25 November 2017

NU Putuskan Ujaran Kebencian Kategori Perbuatan Tercela


Munas dan konbes alim ulama PBNU di Mataram, NTB
MATARAM, KABARINDONESIA.CO.ID-Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama yang dilaksanakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memutuskan ujaran kebencian masuk kategori munkar atau perbuatan tercela. 

Keputusan itu dihasilkan melalui Sidang Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (24/11/2017) lalu. 

“Amar ma’ruf nahi munkar juga tidak bisa dilakukan dengan kemunkaran karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemunkaran,” kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU Mahbub Ma’afi membacakan rumusan sidang komisi yang dikirimkan melalui siaran pers, Minggu (26/11/2017). 

Sabtu, 23 September 2017

Hapus Dendam dan Prasangka : Perlunya Rekonsiliasi, Permohonan Maaf kepada Korban Pelanggaran HAM


Lusiano bersama korban pelanggaran HAM 65-66
BEDAH buku Palu dan Godam karya Bung Yudy (Rusdy Mastura)  pada acara Kado Cinta untuk Palu (Sulawesi Tengah). Buku Palu dan Godam, Melawan Keangkuhan merupakan kisah di balik permohonan maaf pada korban pelanggaran hak azasi manusia (HAM) peristiwa 1965-1966. Di Palu Sulawesi Tengah yang intinya untuk kedamaian dan kerukunan umat beragama, masyarakat, saling memaafkan sebagai masyarakat kembali ke khitahnya yang damai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dasarnya Pancasila dan UUD 1945.

Bung Yudy tidak minta maaf dengan PKI yang telah dilarang, dibubarkan tetapi meminta maaf kepada korban hak azasi manusia (HAM) yang tidak jelas kesalahannya dan tidak pernah diputus hukum dan diadili, tapi ditahan, HAM hilang puluhan tahun dan mendapat predikat eks tahanan politik (tapol) PKI yang telah menjalani tahanan dan kerja paksa.

NEWS UPDATE

POPULER

INFO CUACA SULTENG