Rabu, 10 Mei 2017

"Apakah Kami Masih Dapat Mempercayai Hukum di Indonesia?"


Surat Terbuka kepada Bapak Presiden Joko Widodo. “Apakah Kami Masih Dapat Mempercayai Hukum di Indonesia?”. Kepada Yth. Presiden Joko widodo, Bersama dengan surat ini perkenalkan nama saya Ronny Runtukahu, saya sangat prihatin dengan peristiwa yang sedang menimpa Gubernur DKI, Bpk. Basuki Tjahaja Purnama. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa peristiwa ini sangat menyita perhatian seluruh anak bangsa bahkan masyarakat global pun ikut menyaksikan "kegaduhan" yang sedang terjadi selama beberapa bulan ini.
Kalau kita mau jujur melihat akar permasalahannya dan menilai dengan hati nurani yang bersih, maka sesungguhnya tidak ada unsur penistaan agama dalam pernyataan Bpk. Basuki Tjahaja Purnama sebagaimana yang dituduhkan oleh sekelompok orang yang memang sudah sejak awal sangat membenci beliau. Sementara orang yang jelas-jelas menghina dasar negara kita, menista agama orang lain dan menghina Bapak sebagai Presiden dengan sebutan yang tidak pantas, masih tetap dibiarkan bebas.
Oleh karena itu saya sangat berharap pemerintah bertindak tegas demi mengembalikan kewibawaan hukum yang sedang tercabik-cabik. Masih kuat dalam ingatan saya ketika Bapak Presiden pergi ke AS dan Aussie, Bapak Presiden mengajak anak bangsa yang berprestasi yang sudah bekerja di negeri orang untuk kembali ke Indonesia dan membangun negerinya sendiri, karena negara membutuhkan SDM yang memiliki kecerdasan, keterampilan dan integritas tinggi supaya kehadiran mereka bisa memberi kontribusi yang nyata bagi Negara kita tercinta, sehingga pada akhirnya bisa bersaing dengan negara-negara lain dan karena seorang Presiden yang hidupnya bisa menjadi contoh dan teladan bagi anak bangsanya maka ada banyak orang muda yang rela kembali ke tanah air meninggalkan kenyamanan hidup yang sudah terbangun di negeri orang, demi untuk ikut terlibat bahu membahu membangun Indonesia menjadi lebih baik.
Saya yakin mereka adalah “Ahok-Ahok” yang dengan tulus rela berjuang untuk memajukan Indonesia tanpa memikirkan pamrih apa yang mereka akan dapatkan, tetapi jika seorang Ahok yang dengan tulus berjuang untuk memajukan Jakarta bahkan rela mempertaruhkan keselamatan diri dan keluarganya demi mengabdi kepada rakyat Jakarta, di mana hasil kerjanya dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Jakarta bisa berakhir dengan tragis di penjara, maka saya khawatir anak bangsa yang berkualitas yang sudah memutuskan untuk kembali ke Indonesia akan berpikir ulang untuk ikut terlibat membangun Indonesia, karena mereka pun pasti berpikir kalau seorang Ahok yang begitu all out rela berkorban apapun demi kemajuan Jakarta pada akhirnya mengalami nasib yang tragis, maka mereka pun bisa mengalami nasib yang sama seperti yang dialami Ahok.
Sejak Bapak memerintah, kami rakyat Indonesia bisa melihat dan merasakan betapa luar biasanya komitmen Bapak untuk memajukan Indonesia, Bapak tidak pernah lelah untuk berkeliling ke daerah-daerah terpencil demi menyapa, bertemu dengan rakyat dan memikirkan kesejahteraan masyarakat setempat, bahkan Bapak memberi keteladanan yang nyata karena meskipun sudah menjadi Presiden, bapak tetap hidup dalam kesederhanaan, di mana bukan hanya Bapak yang hidup dalam kesederhanaan tetapi Ibu Iriana dan putra-putri pun ikut mengikuti jejak Bapak. Saya teringat seorang filsuf pernah berujar, "Katakan siapa ayahmu, maka saya tahu siapa kamu," melalui peryataan ini, maka saya tidak heran kalau putra-putri Bapak mengikuti jejak hidup ayah mereka. Saya bangga dipimpin oleh seorang Presiden yang luar biasa hebat, penuh dedikasi, rela berkorban, penuh integritas dan tidak pernah membatasi diri untuk dekat dengan rakyatnya bahkan memikirkan kesejahteraan rakyatnya.
Kalau seorang Presiden RI periode pemerintahannya tidak dibatasi sebanyak dua kali maka saya pastikan bahwa saya dan keluarga besar saya bahkan saya yakin sebagian besar rakyat Indonesia yang memiliki hati nurani yang jernih akan tetap memilih Bapak menjadi Presiden Indonesia lebih dari 2 periode. Karena kami bisa menilai dan melihat bahwa Bapak adalah sosok pribadi yang bekerja dengan tulus ikhlas memikirkan rakyatnya tanpa memikirkan untuk mengutamakan kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok, meskipun Bapak memiliki kekuasaan untuk melakukannya.
Saya yakin bukan hanya saya yang bisa melihatnya tetapi seluruh anak bangsa yang memiliki hati nurani yang bersih pun pasti bisa melihat sepak terjang Bapak, bahkan dunia pun mengakui bahwa di tangan Bapak, Indonesia menjadi negara yang disegani bukan hanya oleh negara tetangga tetapi oleh seluruh dunia.
Yang ingin saya sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo melalui kesempatan ini adalah memang benar kita harus menghormati hukum dan tidak boleh mengintervensinya, dan kita harus percaya mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap masalah, tetapi kalau hukum itu justru diintervensi oleh oknum-oknum yang memaksakan kehendaknya maka demi kewibawaan hukum itu sendiri, sudah seharusnya pemerintah turun tangan menggunakan kekuasaan yang telah diberikan oleh rakyat untuk “meluruskan” kembali hukum yang sudah dibengkokkan, jika pemerintah tidak mengintervensi, maka sesungguhnya hukum sedang berjalan mundur.
Ini saatnya Bapak perlu mengambil alih dan mengembalikan kewibawaan hukum apapun risikonya. Kami ada di belakang Bapak, kami siap memberikan tenaga, pikiran, hidup bahkan nyawa kami demi kejayaan Indonesia tercinta.
Saya menyadari bahwa hidup ini hanya satu kali dan kita tidak pernah tahu, kapan waktu hidup ini akan berakhir. Tetapi jika Tuhan masih memberi kesempatan hidup, maka saya akan memilih membagikan hidup saya dengan maksimal, agar hidup saya bisa berdampak dan membuat hidup banyak orang menjadi lebih baik.
Kalau saya lahir dan dibesarkan di Indonesia, maka sudah seharusnya sebagai anak bangsa, saya terpanggil dan harus ikut bersuara dan bertindak dengan maksimal, sesuai dengan kapasitas saya untuk menjaga Ibu Pertiwi yang sudah melahirkan saya.
Balikpapan, 10 Mei 2017
Hormat Saya, Ronny Runtukahu
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

POPULER

INFO CUACA SULTENG